Rabu, 21 Januari 2015

Hai asing

Hai tuan asing,bagaimama harimu?aku harap doaku semalam dijabah oleh sang pencipta.

Kau tau,aku masih disini. Menunggu dengan hati penuh, dengan harap  khalayak jam angin yang tergantung dan beralun indah ketka diterpa angin rindu. Menunggu dengan senyum getir setiap melihat chatheadmu. Itu bagai melihat cenayang mengaduk air gaibnya,tapi tak segestur pun terlihat darinya. Ya hanya air belaka,hanya angan belaka. Tak apa tuan,yang penting kau bahagia disana.

Jika kau tanya. Selain.dirimu yang ku harapkan pesannya setiap saat masuk ke ponselku siapa? Dengan senang hati aku akan menjawab sambil tersenyum "baiknya kau bayangkan ketika salmon yang ingin melahirkan,apakah mengharapkan tempat lain selain rumahnya?sayangnya tidak." Benar silahkan tebak saja. Sekali lagi tak apa, jangan khawatirkan. Setidaknya aku hanya ingin kau bahagia disana.

Ini sudah hari kesekian sejak kau terakhir melihat pesan ku. Sejak saat itu  pula kau tidak membalasnya. Entah mungkin sibuk atau kau mulai bosan dengan rutinitas yang kau anggap bodoh, menjemukan bukan? Benar aku juga pernah merasakan. Kebosanan merengsek masuk ketika sang waktu menampikan dirinya dalam kebahagiaan, tapi aku sempat saja membuat jariku menari diatas ponsel ini. Benar, akan seperti itu sampai kapan pun. Sayangnya mungkin jarimu tidak. Entah lelah atau bosan, yang tau hanya yang maha tau.

Kadang aku berfikir dalam diam,Ini mudah saja,tinggal aku ketik beberapa kata sederhana lalu kukirimkan kepadanya,seperti biasanya. Toh dia mungkin akan melakukan yang sama, dan seluruh kerinduan ku sewaktu kemudian terbalas. Semudah itu kan tuan? Benar semudah itu saja. Tapi kenapa tidak kau saja yang melakukannya?
kalau ku ingat 3-4 kali yang lalu saat kau tiba tiba menghilang juga aku yang memulai percakapan kembali, Walau sebenarnya kau yang mengakhiri. Apa itu adil? Apa aku yang bersikap kekanakan?apa ini terlalu jauh?apa aku keterlaluan?
Itu mungkin hanya pertanyaan retorika yang selalu jadi belaka saja. Benar, hanya bisa ditanyakan oleh sang penanya kepada dirinya sendiri.

Malam ini hujan. Aku harap doaku maghrib tadi sampai dengan cepat ketempatmu,aku harap angin bahkan udara tidak terdesak dan akhirnya tehambat oleh celotehan sang waktu,karna lewat mereka mungkin doaku terbawa, atau bulir hujan yang mendesak ikut alur sang pengetuk palu. Atau sang semesta sendiri yang menyampaikan? Aku tak tahu. Tunggu saja tuan.

Jika kau tanya doa ku apa?anggap saja agar kau merasa hangat,sengahat sedang terbaring diperapian dengan keluargamu. Dan tertawa.. Kurang lebih itu. Yah,apa boleh buat. Itu terakhir yang bisa ku lakukan selain menunggu mu. Ya menunggu balasan singkat dan datang kembali tuan.

Kau tau?terlepas dari rindu yang saat ini sudah ingin menyerah kepada sang kepunya. Atau air mata yang mulai memaksa turun lagi setiap kata aamiin terucapkan diduduk simpuh ku berdoa? Terlepas dari itu semua, ternyata sederhana yang ku ingin kan dari mu.untuk sejauh yang bisa ku ingat hanya satu kata itu yang biasanya ku harapkan untukmu.
"Kebahagiaan" benar tuan, ada seorang gadis yang dengan lancangnya menyebut namamu saat doanya. Berharap kau bahagia disana walau entah bagaimana dan dengan siapa. Berharap setiap detik pagi yang membangunkanmu dari mimpi indah dan kau mulai tersenyum semangat untuk menghadapi hari yang mulai keras untukmu. Berharap setiap detiknya wanita beruntung yang walaupun bukan dirinya,didekatkan padamu baik waktu ataupun dalam laju. Ya jodohmu entah siapa nanti. Dia hanya bisa berdoa. Karna tak bisa balas kebaikanmu yang teramat selama ini.

Sayangnya dia akan selalu seperti itu. Dalam diam dan harapnya. Dalam simpuh dan doanya. Dalam malam dan sendunya. Dan dalam pilu juga air matanya.
Terimakasih tuan Absurd :)

Senin, 19 Januari 2015

Abu

Entah lah. Malam ini benar benar abu untuk saya. Untuk setiap detik yang telah terlalu.

Bukan hanya kali pertama saya habiskan malam dengan suasana remang seperti ini.
Gitar,musik yang mengalun sendu,kopi,dan sedikit banyak laranya jiwa yang biasa menemani setiap malam.
Bukannya terbiasa tapi hati ini seolah selalu mengulang rasa yang sama. Keanehan yang sama,kegetiran yang sama yang entah kapan tepatnya pertama kali saya rasakan serupa ini. Rasanya sudah lama sekali.

Ya, dan akan selalu ada senyum yang terulas setiap kulihat fotonya. Entah siapa yang saya sebut "nya" pasti kamu sudah mengerti. Seolah telah terblokade dibenakmu bukan?

Benar semudah itu dan sesuah itu perasaan ini. Tak akan saya ukur dengan presentase atau skala untuk setiap duka maupun tawa yang perasaan bernama cinta buat. Pertanyaannya adalah,bagaimana setelahnya?setelah duka atau tawa?apa kamu masih bisa tersenyum lihat fotonya?tanyakan lagi dengan kaca.

Kau,,orang yang tidak pernah terbayang jelas,yang jauh diperadaban yang berbeda,yang setiap malam saya sebut namanya dalam doa,indah nian panggilan namamu atau benakan wajahmu. Saya harap rasa ini masih menyisakan ruang realita untuk setiap rasa yang tak terbalas.

Ya kesadaran akal yang masih sudi menerima saya lagi. Masih mau membukakan pintu masuknya dan menuntun saya ke kenyataan yang sebenarnya. Benar nyata yang tak pernah bisa dapat kan dia,dapatkan hatinya,bahkan raganya,nyata bahwa tuhan hanya gariskan takdir kami untuk bertemu,,,
Bukan bersatu.

Sabtu, 10 Januari 2015

Tugas penjaskes

Hi guys ! Beberapa waktu lalu kebetulan saya mendapat tugas penjaskes untuk membuat cerita semasa liburan. Tapi karna bingung harus kirim apa. Akhirnya terinspirasi dari gaya bahasa kang pidi baiq saya buat cerita yang bukan cerita. That was awkward mommen when you have to storied about your self but you didn't have idea. So check my an asho*e story wkwk XD

Nama : Mira Sukmawati
Kelas  : XI Akuntansi

Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb 
(Dijawab pak)
Sebelumnya saya minta maaf dan tolong bapak untuk membaca sampai akhir.

Kesan selama liburan.
Selama liburan bisa dibilang saya tidak kemana mana. Lebih banyak  menghabiskan waktu dirumah. Jadi karna saya bingung apa yang akan ceritakan saat liburan, maka saya akan menceritakan liburan saya saat bukan liburan.karna ini terjadi sesaat sesudah pengambilan rapot yaitu pada tanggal 19 Desember . Jadi hitungannya tentu  sebelum liburan dimulai. Dari pada bingung kita mulai saja cerita yang sebenarnya bukan cerita  Karna memang tidak berniat untuk bercerita jadi bukan cerita namanya.

So check this out..

Saat itu saya dan teman SMP saya berencana ingin hunting kuliner, Sebenarnya. Tapi karna keterbatasan biaya kami pun memutuskan untuk hunt book saja disalah satu mall yang bukan terbesar dan termegah didunia. Standar dan biasa, Mall Ciputra Cibubur

Saya berangkat pada jam 1 mungkin. Atau lebih 7 menit.tepatnya jam 1 lebih 7 menit 12 detik,Itu kira kira. Lalu saya naik angkot no. 64 dan menuju gang cagak untuk menjemput teman saya yang sebenarnya tidak ingin dijemput,karna memang bukan menjemput. Dia sudah disana lebih dari 10 menit. Lalu dia naik angkot yang saya naiki, warnanyapun sama,nomornya dan supirnya juga. Pokonya ga beda deh.

Lalu kami tiba di terminal 64 sekitar 45 menit setelahnya. Dan memyambung perjalanan dengan mobil yang kearah mall. Saya tidak akan sebutkan nomornya karna saya lupa. Dari pada saya ngarang dan salah,lalu bapak tau dan saya jadi malu. Jadi saya bilang itu ankot yang berwarna biru dengan roda 4 dan supir manusia. Ya seperti itu deskrisinya.

Kami berkendara sekitar 30 menitan dan sampai di depan mall dengan membayar uang ongkos sebesar 20.000 yg dibayar oleh teman saya. Itu karna saya tidak ada uang receh. Di tas hanya ada 5ribu dan 2000 tidak ada recehnya.

Lalu kami masuk dan bertemu teman kami yang satu. Dia perempuan. Dan kami bertiga pun memasuki toko buku itu dengan harapan membawa buku yang bermanfaat bagi bangsa,negara dan agama.  Dan saya juga tentunya. Aamiin

Kami berpisah dan mencari buku yang kami inginkan. Saya menuju rak pengembangan diri dan bahasa. Saya mencari buku yang saya tidak tau apa.

Kalau bapak mau tau bagaimana tempatnya. Itu ruangan besar dengan hampir sekitar banyak rak yang berisi buku. Ramai juga karna hampir natal. Lalu sebelahnya ada both elektronik dan mainan. Kalau mau detail sebaiknya bapak datang sendiri oke.

Saya lalu menuju komputer untuk searching buku yang saya mau.
"Drunken monster" saya ketik dilayar. Dan muncul lah listnya
"Drunken monster ---- penerbit Mizan Fantasi---- penulis Pidi Baiq ---- harga 49.000--- stok 12 buah"

Wah masih ada. Lalu saya coba ketik lagi.
" Udah putusin aja"
Dab muncul lagi
" Udah putusin aja --- penerbit (lupa) --- penulis Ustad felix siauw --- harga 65.000--- stok (lupa juga)

Nah kan saya jadi bingung karna saya mau dua buku itu tapi saya cuma bawa uang 120. Kalau bapak tanya itu buku apa.
1. Drunken monster. Ini buku ringan yang isinya cacatan harian pidi baiq (namanya memang cacatan dan bukan catatan) buku komedi lebih tepatnya. Pokonya kalau mau lengkap,bapak beli sendiri saja. Harganya sama kalau memang belum naik karna BBM turun.

2. Udah putusin aja (judulnya memang begitu dan bukan berniat nyindir.)karya Ustad Felix Siauw. Buku tentang bagaimana seorang muslim dan muslimah dituntun untuk menjauhi maksiat (*dibaca : pacaran) atau meninggalkannya (*dibaca : PUTUS!)

Yah setelah memusingkan kedua teman saya untuk membantu memilih antara kedua buku itu. Akhirnya saya menyerah sama akang Pidi Baiq yang katanya imam besar the panas Dalam,salah satu band dari bandung.
Dan kedua teman saya memilih buku membangun memori agar seperti gajah dan buku bahasa. Saya bilang sama mereka, kalau buku gajah itu ada terapinya diinternet 'psuedo telekinetis :make new memory room ' ini judulnya kalau kalau bapak mau coba. Tapi mereka kekeuh. Ya sudah nasi sudah menjadi bubur, dan tinggal ditambah kerupuk dan ayam agar tidak mubazir.

Kami keluar toko buku pada jam 4 dan shalat ashar disana. Bapak harus liat,misjidnya bagus buat ukuran mall. Ada karpet dan keran air wudhunya pokonya enak buat shalat.
Dan kami langsung pulang sesudahnya. Tapi sayangnya salah angkot dan terpaksa turun lagi.

Saya tiba dirumah hampir maghrib dan itu suka dan yang bukan duka saya selama liburan. Saya tidak mau cerita yang duka duka. Pokonya habis itu saya liburan hanya dirumah dan dikamar. Paling jauh saya jalan jalan kewarung untuk beli mecin atau garam.

Saya mohon maaf sebelumnya karna terkesan main main saat menceritakan. Tapi ini cerita dan saya ingin mencoba berbeda dari yang lain. Jadi saya minta maaf kalau bapak kesal atau minimal jengkel saat membacanya. Atau kalau bapak suka bapak boleh kasih nilai 100 buat cerita saya. Gapapa kok pak,asal tidak dikirim kepenerbit saja *jedeeerrrr oke sekian pak. Kita lanjut ke tugas selanjutnya

2. Apa rencana saya untuk 6 tahun kedepan.

Kalau saya hitung dari sekarang,maka pada masa itu saya berumur 23 tahun kurang 4 bulan. Dan pada umur segitu saya harap sudah menyelesaikan setengah dari tujuan saya. Yaitu berguna. Ya saya mau lulus S1 dengan singkatan S.Pd atau S.ps  dibelakang nama saya. Maaf pak kalau kesannya muluk tapi bapak bilang rencana dan harapan. Jadi saya ceritakan saja ya. Karna sesungguhnya hanya itu yang bisa manusia lakukan. Sisanya biar gusti Allah saja yang ketuk palu.

Saya ingin belajar lebih giat agar nilai UN saya memuaskan dan bisa masuk Univ Pakuan. Ya walaupun yang kelas karyawan karna keterbatasan biaya dan otak jadi saya akan ambil kuliah 3-4 jam seminggu dan nyambi kerja InshaAllah , Aamiin.
Saya berharap kuliah saya juga lancar dan tidak ada hambatan agar saya cepat lulus dan coba ikut tes cpns. Aamiin.

Saya berharap bisa hiking ke gunung gede pangrango dan gunung ceremai dengan teman teman baik saya. Saya juga berharap bisa nyoba untuk backpacking ke tempat tempat yang asing, dan mencoba benar benar bebas. Mumpung masih muda dan nekat nekatan.

Tapi tentunya tidak abdol jika tidak ada restu orang tua. Ibu saya termasuk orang yang over protective. Saking overnya sudah seperti agen secret service atau pasukan paspampres gitu. Halah itu mah lebay .
Ya pokonya saya mau coba buat ibu saya tidak terlalu tertekan dengan sikap saya dan segala saya yang merepotkan. Jadi saya ingin memperbaiki sifat saya yang agak parah malasnya (*dibaca SANGAT malas) menjadi malas saja (*dibaca malas.) Atau lebih baik lagi mungkin saya akan menyingkrangkan sifat malas saya. Walaupun mungkin tidak langsung berubah secara signifikan tapi saya akan mencobanya.
Saya juga berharap untuk lebih mengerti ibu saya,apa yang dia mau dan apa yang dilarang olehnya. Karna ibu mungkin hanya mau anaknya bahagia. Jadi saya akan coba membahagiakan ibu saya dengan membahagiakan diri saya sendiri HAHAHAHA! Bercanda pak. Saya cuman berharap dia tidak lagi pusing dengan segala kerepotan yang saya buat jadi saya bisa lihat terus senyumnya yang mungkin tidak akan pernah bosan unruk saya lihat. Saya ingin lebih berbakti dan mendedikasikan hidup saya kepadanya dan Akhirat. Aamiin ya Allah mudahkanlah rencana hambamu

Karna tentu ridha Allah, Ridha ibu juga. Saya tentu tidak akan lupa dengan yang maha esa. Justru ini adalah tujuan tertinggi saya. Saya tidak akan bisa dapat merealisasikan rencana diatas tanpa ridho-Nya jadi terlepas dari keinginan duniawi yang tidak dapat terhitung, yang paling penting adalah. Saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menjauhi larangannya dan akan terus mencoba lebih baik lagi untuk menjalankan perintahnya. Saya berharap umur segitu sudah hapal Al-Qur'an  walaupun tidak mungkin. Tapi harapan tetaplah harapan. Saya ingin lebih memperbaiki akhlak saya dan menjadi muslimah yang baik dan berhijab sesuai syar'i
Saya berharap kalakuan saya yang buruk dan kurang disiplin terhadap perintahnya,benar benar hilang pada umur segitu. Aamiin pak ucap aamiin juga ya. Kalau soal jodoh atau umur berapa harapan saya menikah. Saya serahkan saja sama yang lebih berkuasa. Umur berapapun asal jangan ketuaan juga. Pokonya perbaiki dulu diri saya sendiri InshaAllah dapat pasangan yang baik pula. AAMIIN ya robb. Harapan tetap harapan ya pak. Tapi kadang itu yang membuat kita masih bernafas dan tidak menggores pecahan kaca kenadi karna sudah desperate sama hidup. Tapi kuasa Allah faktor utama sih.

Dan mungkin itu ringkasan singkat dan sangat dingkat dari wish dan planing jangka panjang saya untuk 6 tahun kedepan. Saya bilang ringkas karna kalau saya tulis semua pasti bapak cuma baca judul saja sudah ngantuk.
Mohon maaf sebelumnya yang sebenarnya harusnya sesudahnya. Karna mungkin tugas saya tidak maksimal.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb