Angin Hujan Di Bulan Juni
Layaknya jam angin yang mengalun dan beralun indah
Bahkan matamu tetap tak singgah selain dimanik coklatnya
Ini bukannya nyata yang lumrah
Tapi tentang derit rindu yang menghujam bagai mesiu
Dikala waktu senggangmu
Dan kau tak pernah ingin dilihat dunia
Karna mereka belum tentu mengerti
Tentang sakit, tangis, tawa, bahkan nestapa
Yang coba dipatri olehnya, dihatimu
Tapi saynagnya dia juga tak pernah merasa ditunggu
Bahkan ketika sisa malammu, dihabiskan simpuh
lalu berbincang dengan sang pencipta
Dia akan tetap riang disana
Dan masih kau coba tanya kenapa?
Karna selaju dan sewaktunya semesta, kalian memang berbeda
Lalu jika mereka tanya lagi dengan Reduplikasi
Persetan!!!
Kau hanya berlalu dengan kata singkat ini
Kau bungkam karna bukan jarak yang jadi penghalang
Tapi ini, soal hati yang tak mau dibagi
Dan beranikah kau katakan padanya
Wahai tubuh berjiwa!
Dia bukan purnama di dua puluh lima
Bukan bunga dimusim semi
Bukan mimpi diruang imaji
Tapi, dia, ya, dia
Adalah angin hujan dibulan Juni
25 Maret 2015
Di tempat yang seharusnya aku ditempatkan
