Bayangkan malam ini tenang. Setenang malam yang biasa kau rasakan. Lalu kau menatap langit dengan mata nanarmu dan menutup mata. Rasakan angin dan suara alam yang mengalun lembut. Lalu kau mulai tersadar. Dan kau tanyakan pada semesta.
"Semesta adakah salam untuku?"
Lalu dia hanya tersenyum seraya mendinginkan suasana. Kau meringkuk tak sabar,mendekap lututmu yang sudah banyak melakukan pengorbanan.
"Banyak salam untuk kalian sobat." Jawabnya sesaat.
"Salam rindu.untuk para penyayang,yang sayangnya tak akan sirna sampai akhir nanti.jika kau tanya siapa itu,aku tak akan menjawabnya bisa ibumu,ayahmu,atau sang penyayang yang mungkin saja aku belum kau kenalkan. "
"Hahaha kalau ada nanti aku kenalkan ya.lalu siapa lagi?"
"Salam rindu bagi para penikmat lara,yang telah sewaktu lamanya mungkin terkulai pilu ditempatnya berada. Bagi para penikmat lara yang berfikir mengenyahkan kegalauannya tapi malah membuatnya semakin larut dalam perasaan itu,ya salam rindu ini untuk kalian sobat,"
"Adakah lagi yang ingin kau sampaikan?"
"Salam,salam rindu bagi sang asa. Bagi mereka yang hampir putus asa dengan cobaanya. Yang sudah bangun,jatuh dan jatuh lagi,entah sekarang mencoba untuk bangun atau nikmat dalam belenggu jatuhnya. Yang ujian dari tuhan mereka anggap adalah musibah,tak tahu saja mereka sobat.mungkin mereka adalah yang terpilih, yang tuhan rasa kuat untuk menjalaninya. Semoga mereka sadar dan lepas dari belenggu itu."
"Ya semoga saja. Adalagi kah?"
"Tentu,
Salam,salam rindu ini untuk para pencari kedamaian. Yang selalu berjalan menembus waktu dan tak pernah rehat,berbalik kebelakang dan menyadari itu semua kedamaian yang mereka inginkan,mereka lupa akan nikmat-Nya dan secara spontan terus maju dan maju. Yang mereka butuhan mungkin sejadah dan suara alam agar mereka dapat mengerti dimana mereka merasa damai. Ya bersujud kepada-Nya."
"Mungkin itu hal yang paling damai."
"Benar sobat. Dan salam,salam rindu klasik ini bagi para penikmat rindu,yang menjadikan doa juga buliran air matanya sebagai jembatan untuk rindu pulang,bagi para perindu yang mendedikasikan rindunya agar seseorang itu menjadi lebih mempesona. Setidaknya itu yang dikatan pidi baiq.mempesonakan seseorang lewat rindu adalah cara yang baik sobat."
"Ya aku pernah dengar itu. Dia memang hebat ya." Lalu kalian tertawa sampai jatuhnya malam. Sampai mata yang sudah banyak melihat abu abunya kehidupan semakin sayup. Dan akhirnya kau tenggelam dalam malammu yang tenang,damai. Menyiapkan diri untuk hari yang lebih abu. Tertantang akannya bukan?semoga kau dapat kedamaianya sobat. Semoga.
Sabtu, 08 November 2014
Rindu klasik
Langganan:
Komentar (Atom)