Jumat, 31 Oktober 2014

Jika bintang

Jika bintang terlihat,beruntunglah dia karna bisa terlihat olehmu. Atau setidaknya kau telah menyisihkan sepersekian detik hari mu untuk sekedar melirik keatas dan mencarinya. Jika mereka ada,kau akan berjalan dengan ulasan senyum simpul..sederhana bukan?tapi bintang suka itu.

Lihat keatas hei...
Kau lihat bintang? Jika ia, beruntunglah dia karna terlihat oleh mu. Bukan lagi pungguk yang merindukan bulan...
Tapi bulan yang rindu untuk dilihat..

Hei lihat keatas. Kau melihatnya?lihat seperlik cahaya kecil yang berkilau disana?apa dia dekat?apa dia jelas? Tidak bukan?jika dia bisa bernegosiasi dengan sang pencipta. Mugkin ia akan memilih disampingmu saat ini.atau setidaknya hanya melihatmu tertawa dan tersenyum dari kejauhan. Mungkin itu cukup hei orang asing. Sang bintang tak mau apapun.

Jika bintang hari ini ada. Maukahkau kembali menengoknya diatas?menjejalinya dengan mata indahmu?atau secerah kata indah untuknya?untuk bintang...

Kau melihatnya sang asing?tidakkah kau meilhatnya?atau sudah bosan melihatnya?kau akan berlalu tanpa berbalik dan menengok keatas?setega ini dirimu tuan?

Kau tau?dia rindu dilihat oleh mu,oleh sang asing yang bahkan bintang sendiri tak dapat menggapainya. Kau tau?
Dia akan disana.jauh diatas sana,walaupun kau tidak melihatnya dia akan disana menunggu indahnya matamu memandangnya,menunggu wajahmu di dengakan keatas,menunggu setiap cerita yang biasa kau bagi dengannya.

Ya dia hanya bisa menunggu,tak ayal menggapai atau memiliki mu alhasil dia hanya bisa menunggu. Jika suatu saat malam mu sepi,tak apa janganlah bersedih dia disana siap mendengarkan cerita sendumu sayang.

Ya bintang akan disana menatap sang pungguk berlalu tanpa menatapnya lagi. Bintang hanya bisa menunggu tuan... menunggu tuan disini...

Dan

Dear kau yang disana,yang mungkin sedang tertawa bersama teman atau keluargamu ,atau bahkan orang yang tercinta. Kau tau?pagi ini,jauh dari tempatmu berada sekarang, ada seseorang yang selalu berharap bisa sekedar melihat ulasan senyummu. Walaupun bukan tertuju untuknya...

Dear kau yang disana....
Yang mungkin siang ini sedang penat dengan ujian hidupmu. Yang mungkin sedang termanggu. Kau tau?jauh ditempatmu berada ada seseorang yang dia bahkan siap menjadi wadah nestapamu.wadah setiap cerita pilumu. Pundak untuk semua masalahmu,kuping yang sudi dijejali cerita paitmu. Dan mungkin air mata yang siap dia teteskan untuk menunjukan bahwa dia rasa apa yang kau rasa. Tapi dia hanya bisa menunggu kembali datangnya dirimu dalam bentuk teks pesan. Karna dia terlalu takut untuk bertanya,atau lebih tepatnya dia lebih tau diri dimana posisinya dimatamu. Benar... bukan siapa siapa

Dear kau yang disana..
Yang malam sendu ini mungkin sedang terkulai lemas di kasurmu setelah seharian ini merasakan asam pahit manisnya hidup. Kau tau? Jauh dari tempatmu berada, ada seseorang yang telah sewaktu lamanya dia terduduk di sejadah menutup matanya dan berdoa untukmu. Berdoa agar tuhan selalu berikan kebahagiaan kepadamu. Walau mungkin tanda dia. Ada seseorang yang mungkin tak bisa terpejam dimalamnya karnamu. Karna angan yang tak terbalas oleh mu . Tapi dia masih sudi untuk berdoa. Ya.. dia sudi dan akan selalu sudi..

Dan yang terakhir kau harus berjanji untuk terpejam setelah membaca yang terakhir ini. Rasakan dan berkacalah.

Dear kau yang disana, yang tak pernah perduli dengan seseorang dibelakang punggungmu,atau dengan seseorang yang jauh dari tempatmu berada. Kau tau?seseorang itu mungkin akan terus  dalam diamnya,dalam doanya,dan dalam harapnya. Karna untuk mengungkapkan pun dia tidak berani. Dia tidak sekuasa itu. mungkin seseorang disana yang akhirnya sadar akan angannya yang palsu denganmu,dan akhirnya hanya bisa menikmati hatinya sendiri yang sudah hancur dan kembali terdiam,berhenti berharap dan terus melanjutkan hidupnya dengan keheningan. Tapi tidak dengan doanya. Doanya tidak akan berhenti sampai disana. Karna lebih dari apapun. Dia hanya ingin kau tetap bisa tertawa walaupun tanpanya.